Blog

Dari Mana Munculnya Hama

Dari Mana Munculnya Hama?

Mungkin anda pernah berpikir sebelumnya, bagaimana asal mula hama dapat merusak tanaman. Apakah hama bersifat pilih-pilih atau secara acak memilih tanaman untuk diserang? Dengan mengetahui sebab bagaimana hama bisa datang dan merusak tanaman miliki kita setidaknya kita dapat melakukan tindakan pencegahan agar hama tidak merusak.

Bagaimana Hama Bisa Datang dan Merusak Tanaman Kita

Tanaman yang diserang hama tentu akan mengalami degradasi kualitas. Serajin apapun kalian merawat dan sebaik apapun kualitas tanah dan suhu yang sesuai dengan tanaman yang anda tanam, tanaman kalian tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal jika tanamanmu terserang hama.

Dari terserang hama kemudian mengalami degradasi kualitas dari yang diharapkan tentunya akan berakibat pada nilai jual hasil panen tanaman kalian.

Lalu bagaimana hama itu bisa muncul dan menyerang tanaman kalian?. Dibawah ini kita akan membahas semua itu dengan harapan kalian akan cepat tanggap dan melakukan pencegahan agar hama tidak menyerang tanaman milik kalian.

1.      Tidak menerapkan pola tanam

Penanaman tanaman dalam skala besar dengan media lahan yang luas seperti yang dilakukan petani, menerapkan pola tanam terkadang tidak dilakukan oleh petani. Dengan alasan segi ekonomi atau sering disebut dengan agroekosistem, yaitu memaksimalkan jumlah panen dengan efisiensi tinggi.

Petani terbiasa menanam satu varietas yang sama, secara masif, dan terus menerus. Di dalam lahan yang sangat luas itu tentu hanya ada satu varietas saja dengan tingkat umur yang sama.

Jumlah yang banyak dan jenis yang sama itulah yang memancing hama untuk datang. Karena ketersediaan pangan untuk hama akan terus terjaga: hama akan terus bertambah populasinya dan berpotensi merusak tanaman kalian.

2.      Salah menggunakan pestisida

Bercocok tanam menggunakan pestisida tentu sudah menjadi hal yang wajar dilakukan, demi menghindari tanaman dari hama yang merugikan dan membuat hasil panen yang maksimal.

Baca Juga  Scabies, Penyakit Kulit Menyeramkan Akibat Tungau

Namun menggunakan sembarang pestisida justru akan menjadi bumerang bagi kita sendiri. Alih-alih membunuh tanaman, menggunakan pestisida yang tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman kita membuat hama akan tumbuh subur dan berkembang biak. Tentu saja jumlah makanan hama, yaitu tanaman kita akan tidak berbanding dengan jumlah populasi hama. Akibatnya tanaman kita akan rusak total dan gagal panen.

3.      Musim yang tidak menentu

Pancaroba memang alasan paling kuat atas muncul dan berkembangnya hama. Namun karena semakin hari pemanasan global semakin menggila, perubahan cuaca yang sulit diprediksi juga merupakan salah satu kandidat terkuat tanaman anda gagal panen karena perubahan cuaca yang tidak konstan.

Artinya ketika sedang musim penghujan tiba, tetapi tiba-tiba cuaca menjadi panas dalam beberapa hari atau bahkan dalam waktu yang lama. Kemudian hujan dalam beberapa hari, begitu secara terus menerus. Dampak dari hal itu adalah tentu saja udara menjadi lembab.

Udara dan kondisi yang lembab adalah hal yang paling dicari oleh hama. Jika terjadi terus menerus tentu saja anda tidak akan dapat menikmati hasil panen karena kerusakan tanaman yang diakibatkan hama dan penyakit.

4.      Perpindahan hama

Hama dapat melakukan perpindahan dari satu tempat ke tempat lain lintas geografis seperti halnya makhluk hidup lain. Media yang dapat dimanfaatkan oleh hama untuk berpindah adalah antar lain angin dan benda yang dibawa oleh manusia.

Ketika hama berhasil berpindah ke tempat baru tetapi tidak di dapati predator alami di tempat tersebut, akibatnya hama akan berkembang biak dan merugikan petani.

Bagaimana jika telah melakukan pencegahan terhadap tersebarnya hama namun tidak berpengaruh atau tanaman anda sudah terlanjur terserang hama? Anda bisa menggunakan pembasmi hama FUMIDA. Perusahaan yang professional, handal, dan sudah tersertifikasi ini bias anda hubungi memlalui website resmi www.fumida.co.id.

Leave a comment

Call Now ButtonTelp Sekarang 0822 1123 1123
WhatsApp WhatsApp Kami Sekarang