jasa anti rayap
Date:December 20, 2014

Termite Control – Anti Rayap

IMG01477-20141125-1343

Untuk mengendalikan rayap khususnya rayap tanah ,kami memiliki dua metode yaitu metode kimiawi dan metode pengumpanan (Baiting system).

Mengendalikan rayap dengan menggunakan kimiawi ( Chemical Barrier ) antara lain ;

  • Timber Treatment yaitu mengendalikan rayap dengan cara melakukan spraying di seluruh permukaan kayu atau benda yang terserang rayap.
  • Soil Treatment yaitu suatu metode pencegahan anti rayap hal ini dilakukan sebelum proses pembangunan dimulai dengan cara melakukan penyemprotan di lubang calon pondasi dan seluruh permukaan lantai calon bangunan.
  • Baiting System / Sistem pengumpanan yaitu sistem pengendalian rayap dengan cara memasang umpan ditempat dimana activitas rayap ditemukan. Dengan sistem pengumpanan ini seluruh koloni rayap akan mati baik rayap yang nampak maupun yang berada di dalam tanah.

Soil Treatment

Treatment ini bertujuan untuk membuat rintangan kimia didalam tanah/sekeliling pondasi (Barrier Chemicals) agar rayap tidak dapat dan memutus rayap pekerja dengan ratunya yang ada didalam tanah

Timber Treatment

Pada prinsipnya, timber treatment adalah pelengkap, karena untuk rayap tanah apabila telah terbentuk rintangan kimia, dan terputusnya hubungan ratu dan pekerja, pekerja akan mati dengan sendirinya dalam waktu kurang dari 3 bulan. Tujuan untama dari timber treatment :

  1. Membasmi rayap kayu kering, karena koloninya ada dalam jaringan kayu, treament akan lebih efektif dengan penyuntikan kayu (wood inject)
  2. Mempercepat kematian kasta pekerja.

Baiting System / Dow Agro

Sentricon mengambil keuntungan dari perilaku rayap terutama rayap pekerja yang memberi makan seluruh koloninya. Rayap diberi umpan berupa jenis kayu atau tissue yang memiliki aroma khusus dan penarik (atractant). Bahan aktif yang terkandung pada Sentricon adalah Hexaflumuron yang bekerja sebagai chitine growth regulator atau penghambat pertumbuhan kulit bagian luar rayap (Moulting) . umpan dipasang pada area taman secara acak untuk menemukan lokasi/tempat yang diduga menjadi koloni rayap.
Umpan ini diberikan terus menerus sampai semua rayap memakan umpan. Akibatnya kulit baru yang terbentuk tidak bisa mengeras, malah retak. Akibatnya dia gagal membentuk kulit. Dalam 2 – 3 bulan, satu koloni akan musnah