Blog

3 Cara Menghindari Kontaminasi Bakteri Dari Lalat

3 Cara Menghindari Kontaminasi Bakteri Dari Lalat

Lalat yang tabiatnya hidup di tempat yang kotor memang sudah jelas menjadi alasan bagaimana lalat penuh dengan bakteri. Hinggap dari satu sampah menuju sampah lain kemudian hinggap di makanan, lalu makanan tersebut kalian konsumsi. Apa yang akan terjadi?. Tentu saja bakteri dari lalat akan memenuhi tubuh kalian melalui sistem pencernaan.

Bagaimana Cara Meminimalisir Dampak Buruk Dari Kontaminasi Bakteri Lalat?

Efek yang diterima manusia ketika tidak sengaja terkontaminasi bakteri dari lalat tentu bukan hal yang sepele. Banyak penyakit yang kemudian akan diterima manusia ketika hal itu terjadi. Mulai dari diare, gangguan pencernaan, demam, hingga yang terparah terjadinya infeksi berat pada sistem pencernaan.

Penyakit yang menyerang sistem pencernaan, salah satunya diare. Ketika kita tidak menanggulanginya secara sigap tentu akan sangat berbahaya. Dari kuantitas buang air besar yang tidak wajar dan terus menerus, tubuh manusia akan mengalami dehidrasi. Dari kekurangan cairan itu tubuh manusia akan mengalami drop dan bukan tidak mungkin rumah sakit akan menjadi jalan terakhir.

Kemungkinan seperti itu tentu dapat terjadi terhadap kalian, karena kita tidak pernah tahu bakteri itu tersebar melalui dan dengan cara apa. Apakah melalui makanan yang kalian makan, atau kontak fisik yang tidak kalian sadari. Tetapi ada sedikit tips bagi kalian untuk meminimalisir efek buruk dari terkontaminasi bakteri yang dibawa lalat.

1.      Tutup rapat makanan ketika sedang tidak dimakan

Apapun jenis makanan, mulai dari lauk pauk hingga camilan yang terbiasa kalian konsumsi di rumah. Untuk lauk pauk yang kalian sajikan di meja makan, biasakan tutup dengan tudung saji.

Atau untuk camilan, kalian bisa tutup rapat bungkus camilan kalian kemudian masukan di dalam toples. Jika tidak tersedia toples di tempat kalian, dapat dengan cara bungkus makanan secara rapat lalu ikat dengan karet gelang.

Baca Juga  Tips Memakai Perangkap Tikus Agar Efektif

Walaupun lalat tidak memiliki gigi untuk mengigit makanan yang biasa manusia makan, lalat memiliki cara sendiri. Lalat meludahkan air liur di makanan yang dihinggapi kemudian mengubahnya menjadi cairan. Dari cairain itu lalat dapat mengonsumsi makanan yang biasa kita makan.

2.      Segera bersihkan bangkai hewan

Tentu saja kita terkadang menemukan bangkai cicak atau tikus yang tergeletak di sekitar rumah kita. Terutama cicak, hewan itu memang sering sekali kita dapati berkeliaran di halaman hingga dalam rumah.

Ketika kita mencium bangkai dari hewan yang mati, segera mencari sumber bangkai kemudian buang dan bersihkan tempat di mana bangkai itu tergeletak. Karena bangkai memancing datangnya lalat. Sudah pasti kita akan memiliki presentasi lebih tinggi untuk tubuh kita terkontaminasi bakteri dari lalat ketika banyak lalat berterbangan di sekitar rumah.

Kalau perlu beri aroma wangi-wangian, bisa dari pembasmi nyamuk atau aroma terapi di sekitar tempat bekas bangkai ditemukan. Karena aroma busuk yang tertinggal juga memancing datangnya lalat.

3.      Hindari sampah mengendap

Usahakan secara rutin membuang sampah di dalam rumah ke tempat pembuangan akhir atau tempat sampah di luar rumah. Jangan biasakan menimbun sampah di tempat sampah yang kalian letakan di dalam rumah.

Sebetulnya tidak seharusnya ada tempat sampah di dalam rumah, tetapi hal itu menjadi wajar demi ketangkasan. Solusinya gunakan tempat sampah yang tertutup atau rutin membuang sampah setiap hari. Intinya membiarkan sampah berada di dalam rumah lebih dari satu hari itu tidak dianjurkan.

Ketika kalian merasa sudah melakukan pencegahan seperti tiga hal di atas tetapi kalian masih merasa masih banyak lalat beterbangan di sekitar rumah, kalian bisa kontak FUMIDA untuk membasmi lalat. Layanan pembasmi rayap yang profesiaonal dan handal ini telah tersertifikasi. Segera kunjungi website www.fumida.co.id.

Leave a comment

Call Now ButtonTelp Sekarang 0822 1123 1123
WhatsApp WhatsApp Kami Sekarang